GURURANTAU
GURURANTAU

KREASI MEMBUAT TOPENG DARI KERTAS KORAN BEKAS

Kegiatan pembelajaran di SD Cibatear kelas 5

GURURANTAU

AKSI SDN 2 CIKUYA

Opik, M.Pd (Pembina Aksi/Guru SDN 2 Cikuya)

GURURANTAU

Teknik Untuk Memicu Siswa Sekolah Dasar Kelas V Gemar Membaca Buku Pelajaran

Haturan Wilujeng Sumping Ka Sadayana di Situs Guru Rantau Pustaka Culamega

GURURANTAU

PUISI: MELINTASI TASIK SELATAN

Karya: Opik, M.Pd.

Jumat, 14 Februari 2014

LAUNCHING TAMAN BACA PUSTAKA CULAMEGA



Sejak pukuk 07.00 pagi halaman basecamp Guru Rantau Culamega yang berlokasi di Kampung Curugtelu Desa Bojongsari Kecamatan Culamega penuh sesak dijejali masyarakat sekitar serta tamu undangan yang terdiri dari aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, serta alim ulama yang berada di wilayah Culamega dan sekitarnya. Saung bambu serta beberapa kursi bambu yang disediakan oleh panitia tak cukup untuk menampung peserta kegiatan, hal ini membuat sebagian besar dari mereka harus rela duduk berdesakan  lesehan di atas tanah dengan beralaskan tikar.  Wahyu Kamal sebagai salah seorang pentolan Komunitas Guru Rantau Culamega yang bertindak sebagai pembawa acara melaui pengeras suara mewartakan bahwa acara launching TBM Pustaka Culamega  akan segera dimulai dengan ditandai penampilan beberapa kreasi seni oleh anggota TBM Pustaka Culamega. Pada kesempatan ini penampilan musik rebana serta pemutaran video dokumenter semakin menyedot perhatian peserta kegiatan launching TBM Pustaka Culamega. Sebenarnya kelahiran TBM Pustaka Culamega adalah produk lanjutan yang dibidani Komunitas Guru Rantau, setelah lahirnya GR FM sebagai radio komunitas yang mengudara dengan konten-konten acara yang didominasi oleh materi pendidikan.  Hal ini terungkap pada sambutan Dadang Suparman selaku Ketua Komunitas Guru Rantau Culamega yang menjelaskan keberadaan Pustaka Culamega dan GR FM sebagai upaya kelompoknya yang bekerjasama dengan masyarakat sekitar guna menyediakan pendidikan non formasl. Lebih lanjuta Dadang mengatakan bahwa kelahiran TBM Pustaka Culamega adalah salah satu usaha untuk menciptakan masyarakat literat di wilayah Culamega secara khusus, umumnya di Tasikmalaya bagian selatan.  
kegiatan ini diisi juga dengan santunan terhadap yatim piatu bagi anak-anak yang tersebar di Desa Bojongsari. Program hasil kerjasama Komunitas Guru Rantau Culamega dengan UPK Kecamatan Culamega rencananya akan dilakukan secara berkesinambungan. “Santunan ini hanya salahsatu pelecut bagi kita semua, untuk senantiasa peduli terhadap orang-orang sekitar, ini sebagai usaha kami untuk membaca lingkungan” cetus Iwan selaku Ketua UPK Kecamatan Culamega selepas menyerahkan dana santunan secara simbolis kepada beberapa orang anak.

Acara puncak launching TBM Pustaka Culamega diisi dengan kegiatan diskusi pentingnya literasi dengan pemateri Asep Dudung, S.Pd., selaku penilik PNF UPTD Pendidikan Kecamatan Culamega, Agung Ilham Ssetiadi selaku pegiat media Tasikmalaya Selatan, serta Drs. E Mawardi Yazid selaku Camat Culamega. Pada sesi ini, Opik salahseorang pengurus Komunitas Guru Rantau Culamega yang bertugas selaku moderator mencoba menggiring wacana mengenai rencana para pemateri guna membantu tumbuh kembangnya kegiatan literasi di Kecamatan Culamega. Dalam hal ini, Camat Culamega mengatakan siap mengajukan permohonan bantuan buku kepada pihak perpustakaan daerah kabupaten Tasikmalaya, sedangkan pihak penilik PNF menyatakan kesiapannya membantu terbitnya izin operasional. Dalam sesi yang sama Agung Ilham Setiadi selaku pegiat media mendorong seluruh komponen masyarakat untuk membantu berjalannya program pustaka Culamega, selain itu ia mengatakan bahwa ia akan mencoba menghubungi pihak-pihak tertentu guna turunnya bantuan buku. Diakhir sesi diskusi Camat Culamega juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa memanfaatkan seluruh potensi yang ada di daerahnya, salah satunya yaitu memanfaatkan pekarangan rumah untuk digunakan lahan bercocok tanam. “Mari kita membaca teks sebagaimana perintah Alloh, SWT., serta membaca potensi lingkungan salah satunya lahan-lahan pekarangan untuk dimanfaatkan sedemikian rupa” Sebelum acara diskusi berakhir salah seorang pemateri yaitu Agung Ilham Setiadi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang AIS menyedekahkan buku “Antara Lebak Siuh dan Ciusurupan, Mengenang Gubernur Sewaka di Pengungsian” yang telah ia tulis selama 10 tahun kepada Asep Nono selaku ketua pengelola TBM Pustaka Culamega.

Penulis:
Nero Taopik Abdillah

(Relawan Pustaka Culamega, Mengajar di SDN 2 Cikuya Kecamatan Culamega)

Selasa, 04 Februari 2014

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW & LAUNCHING TBM PUSTAKA CULAMEGA


Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, dan Launching Taman Baca Masyarakat (TBM) Pustaka Culamega, Kami berencana melaksanakan serangkaian acara diantaranya :
  1. 1.       Gema Pembacaan Sholawat dan Doa;
  2. 2.       Santunan Anak Yatim / Piatu;
  3. 3.       Kuliah umum dengan tema “Membangun desa melalui kegiatan literasi dan pengembangan ekonomi kreatif” oleh Bapak Camat Culamega, serta pembukaan TBM Pustaka Culamega;
  4. 4.       Tabligh Akbar;
  5. 5.       Gelar music Qasidah.


Insya Alloh acara tersebut akan kami laksanakan pada :
Hari / tanggal                         : Minggu , 09 Pebruari 2014
Waktu                                   : 07.30 WIB s/d Selesai
Tempat                                 : Saung TBM Pustaka Culamega/Studio  GR FM
                                                                 : Kp. Curugtelu Desa Bojongsari Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya 

Kamis, 05 Desember 2013

SAJAK SUNDA : DOA BUDAK DI BOJONG SOANG JEUNG RANCA MANYAR (YOUS HAMDAN)


Dibacakeun kuu Muhammad Ridwan (Siswa Kelas V SDN Cibatear)


 
DOA BUDAK DI BOJONGSOANG JEUNG RANCAMANYAR 
 KARYA : YOUS HAMDAN 

 GUSTI, KINTUNKEUN PARAHU NABI NUH ANU TARA KALEBUH GEUSAN ABDI NGAMBAH CAAH ANU CUNDUK UNGGAL USUM CITARUM BABALONGKENGAN KASELEK, CAI NU MUDAL TI SAWAH-SAWAH, TI KULAH-KULAH NU DI ANDIH PARUMAHAN SARENG PABRIK KINTUNKEUN PARAHU NABI NUH, GUSTI ANU TARA KALEBUH TEU SIGA SINTUNG DI CEMBUL APAN, TAYA LAHAN GEUSAN NGALEGAAN CITARUM ANGOT MUN NGAHAGAL CITARUM ANYAR APAN CITARUM SANES JALAN NU TIASA DIBUKA DIMANA-MANA SANAOS KEDAH NGAGUSUR LEMBUR KINTUNKEUN PARAHU NABI NUH, GUSTI BATAN ANJEUN MENDET HUJAN DI LANGIT

Rabu, 27 November 2013

AKSI SDN 2 Cikuya


Oleh: 
Opik, M.Pd (Pembina Aksi/Guru SDN 2 Cikuya)
Reynold Bean seorang ahli pendidikan anak mengungkapkan bahwa kreativitas adalah proses yang mengungkapkan sifat dasar anak lewat produknya yang imajinatif, memperlihatkan sesuatu mengenai siapa dirinya. Dalam hal ini, lahirnya kreativitas pada diri anak tentunya harus dijembatani oleh orang dewasa. Salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap kelahiran demi kelahiran kreativitas anak tertumpu pada pihak sekolah, dengan guru di dalamnya. Oleh sebab itu maka guru harus melakukan kreasi lingkungan yang dapat mengarahkan lahirnya kreativitas anak. Menjembatani anak untuk melahirkan sebuah kreativitas tentunya bukan perkara yang mudah. Perlu seribu satu usaha bahkan lebih untuk terus memicu siswa agar mampu melahirkan kreativitas demi kreativitas. Tentu hal ini tidak hanya bisa dilakukan pada suasana pembelajaran di dalam kelas.

Pemikiran di atas pada perkembangannya membuahkan kegelisahan untuk mencari alternatif ruang-ruang kreativitas bagi siswa di sekolah tempat saya mengajar. Hal ini kemudian mendorong saya sebagai salahseorang guru di SDN 2 Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya memutar otak untuk menyediakan fasilitas tersebut. Pada akhirnya terbitlah sebuah ide untuk membuat organisasi ekstakurikuler yang kemudian diberi nama AKSI (Area Kreativitas Siswa) SDN 2 Cikuya. Ide ini kemudian saya gelindingkan pada forum diskusi dengan rekan-rekan guru dan kepala sekolah. Persetujuan pun kemudian saya dapatkan. Rekan-rekan guru dan kepala sekolah memberi dukungan untuk kelahiran AKSI.


Sebagai langkah awal untuk menyalurka kreativitas AKSI, dalam hal ini kemudian dibuatlah sebuah majalah dinding dengan nama Mading Aksi. Majalah dinding pada hakekatnya merupakan miniatur sebuah koran dari segi perwajahan dan isinya. Oleh karena itu melalui bimbingan guru, anggota AKSI berusaha mengemas Mading sedemikian rupa, menyerupai halaman depan koran. Selain untuk menampung kreativitas siswa dalam bentuk tulisan dan gambar, atau kombinasi dari keduanya, pembuatan Mading Aksi ini betujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Setidaknya, untuk edisi pertama, terlihat sebuah gairah dari seluruh anggota AKSI baik untuk mengisi atau pun membaca isi majalah dinding.



Selasa, 26 November 2013

Formulir Karya Tulis